Wednesday, 26 March 2014

The Art of Dealing with a *#%$^@

By: Lou On: 19:30
  • Share The Gag
  • Oke, mungkin gw memulai tulisan ini dengan emosi lebay atau apalah itu..

    Tapi gw ga bisa langsung adem pas bete. Gw pasti misuh-misuh dulu. Gimana ya? Mungkin karena gw bukan tipe orang yang cool. Eh koreksi, gw tipe yang cool as in keren, tapi ga adem pala gw. Gw panasan. Cocok dah jadi supporter sepakbola. Panasan... 

    Okeh, udah ademan dikit nih, tapi gw rasa gw tetap aja kudu nulis biar unek-unek ga bikin eneg. 

    Jadi gimana sih ceritanya kok gw bisa pagi-pagi gini bete????

    Jadi gini sodara,
    Pagi ini gw seperti biasa, ngambil persediaan air minum buat di ruangan gw. Sebagai cewek cantik yang keren, gw sembari ngambil air minum, ya sekalian dong menata rambut gw yang panjang. 
    Okeh, gondrong. 
    Jadi, sekalian gw ke toilet, (ini kenapa ceritanya melebar ke toilet sih?!) untuk menata rambut gw yang meski lurus kayak jalan hidup gw gang rumah gw, sebenernya susah juga diaturnya gegara keluar keluar karena gondrong.

    Setelah gw pake jepit rambut imut laksanamana maeda anak toddler pake kostum unyu, gw balik ke ruangan seberang ruang gw di mana gw ngambil air minum. Di ruang itu ada beberapa orang, nah salah satunya menyebalkan bagi gw. Sebut saja namanya Donna. 

    Dih! 

    Kebagusan! 

    Ganti dah namanya Dombret.

    Ketika gw udah sampe pintu hampir keluar dari ruang itu, Dombret manggil gw, "Lu, lo pake Shinzui ya?"

    HEH?!

    Gw dengan kalem (iyeeee, gw berusaha kalem) nanya, "Emang kenapa?"

    Gw pikir Dombret bakal nanya gw pake kosmetik apa atau nanya apa kali. Eh dia malah bilang, "Oh nggak pake? Ya gapapa sih..."

    Udah dong gw gosah marah atau bete. TAPIIIIII.......

    Itu mukenye Dombret minta dismash pake Nano Speed emang!

    Mukenye sarkastik seolah-olah gw boong. Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa gw pake Shinzui tapi gak ngaku. Gw kesel bukan karena apa-apa. Kalo menurut dia gw terlihat "jepang" ya itu emang karena gw kek gitu! Mungkin karena gw sipit dan body languange gw kek komik jepang. Udah sering gw dapet komen "cina banget lo atau jepang banget lo." Bukan karena gw pake Shinzui.

    Lagian, bisa dong nanya... "Lo pake produk apa sih? Kok 'putihan'?" Atau apa gitu.

    Sebenernya gw baru sekarang aja sih meledak ama orang ini. Karena sebelum-sebelumnya. Mbak Dombret ini sering komen apa aja tentang apa aja sekitar gw. *^%$@&!

    Jadi tadi pas Mbak Dombret itu komen, gw cuma ngasi muka gw pake ekspresi "Ape sih lo?!"

    Trus teman-teman di sekitar Mbak Dombret bilang: "Dia mah emang suka gitu, Lu.."

    Gw bales sambil #kibasrambut "Oh iya, aku noticed kok!"

    Yes, this might be PMS talking yaaaa... Mungkin aja gw jadi snappy ama Mbak Dombret gegara gw lagi PMS. Atau emang kepancing ama muke ngeselin minta-dituker-ama-abu-gosoknya itu. 

    Tapi apapun itu, sebenernya ini bukan kali pertamanya gw kerja bareng orang-orang menyebalkan. 

    Di kantor-kantor gw terdahulu pasti akan ada orang yang komen tentang gw. Komentarin gaya gw, "popularitas" gw, atau apapun itu. Udah biasa sih, itulah seninya kerja bareng orang-orang ngeselin. Gak mungkin kita bisa milih dapet teman-teman kerja yang nyenengin.

    Mungkin gw harus lebih banyak belajar untuk mengontrol emosi gw. Biar gw gak gampang bete ama manusia sekitar. 

    Mungkin gw juga harus bisa bersabar ngadepin situasi gak penting yang bakal memengaruhi kinerja gw. 

    Okelah, gw udah cukup kalem...

    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .


    Jadi udah dulu ya, 



    Hit me back just to check,

    Surely yours, 





    Lou





    Sunday, 23 March 2014

    This Letter is for You

    By: Lou On: 19:04
  • Share The Gag
  • Dear you,


    It's been five weeks or so.
    I know I'm still not over you.
    It might be hurtful for both of us to keep this kind of feeling deep down. 
    I noticed some of your feeling shown in words arranged so beautifully.
    I read them, as if I had trouble recognizing the language. 
    I reread them just to make sure it was you who wrote them, not some kind of spiritual being possessing your mind, making you unable to be you.
    I know I miss you, or let me rephrase that, I know I miss us.
    I must have dozed off many times in my well-being state.
    I could have slipped something out of my mouth that I did not know of.
    I may have had self-loath for letting this happen.

    Because of this bothering matter I am having now, I really do wish that I still had you around me. So that I could speak my mind and trouble you with my unnecessary stories. 

    I know you would just be there and listen.
    I know you would let me pour my heart out and talk for hours.
    I know you would get the point and say a thing or two and that would make me a lot better.
    I know you would smile and eventually laugh at me when I realized that I was being hyperbolic about the what I thought was a big deal.
    I know you would just pat me like a good dog when you need time to think what you think would be the solution.
    I know you would do whatever it takes if you think you care about my problem, too.

    So, you,
    I am not asking you for anything.
    Alas, I don't even know what you think of me now.
    Or for all I care, I don't want to know...

    You,
    You've always said that I am a good writer. You've told me I am a unique story-teller. So here I am writing you and telling you the story. As it has always been, unimportant, cheesy and pathetic.

    You,
    I hope you are doing great. Because now, I only wish for your health and wealth, for I know they could lead you to happiness.

    You,
    I beg for your forgiveness and please don't worry because I forgave you.

    You,
    I won't regret having to have known you. Not at the slightest. Because God sent you in my life as a blessing. 

    Be grand, you, for you are loved :)



    Sincerely,




    Me.